Sejarah Pelarangan Judi di Indonesia

Sejarah Pelarangan Judi di Indonesia. Permainan judi merupakan salah satu permainan taruhan yang sangat digemari oleh berbagai kalangan hampir di seluruh dunia. Namun tahukah anda bahwa permainan judi merupakan permainan yang sangat dilarang oleh beberapa negara khususnya di Indonesia? Kira-kira sejak kapan ya permainan judi dilarang? Nah, untuk bisa mengetahui bagaimana sejarah pelarangan judi khususnya di Indonesia, dalam ulasan kali ini kita akan membahas hal tersebut. Tapi, sebelum kita membahas lebih dalam mengenai bagaimana sejarah pelarangan judi di Indonesia, alangkah baiknya kita memahami terlebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan permainan judi itu sendiri.

Apa Itu Permainan Judi?

Permainan judi adalah segala bentuk apapun permainan yang menggunakan uang ataupun barang berharga lainnya sebagai taruhan. Cara bermain judi ini bisa dibilang berbeda-beda, hal ini dikarenakan permainan judi memiliki berbagai macam permainan yang bisa anda mainkan diantaranya yaitu:

  • Permainan judi togel (toto gelap)
  • Permainan judi sabung ayam ataupun hewan lainnya
  • Permainan judi dadu
  • Permainan judi kartu
  • Permainan judi olahraga seperti sepak bola, dan sebagainya

Perkembangan Pelarangan Judi di Indonesia

Sebelum adanya pelarangan judi di Indonesia, perjudian sudah dikenal oleh masyarakat sejak dulu loh. Hal ini bisa dilihat dari beberapa informasi yang mengemukakan tentang cerita Mahabarata, dimana dalam cerita tersebut disebutkan bahwa Pandawa kehilangan kerajaannya, kemudian dibuang ke hutan selama 13 tahun dikarenakan kalah ketika bermain judi dengan Kurawa. Jenis permainan judi pada zaman dahulu yang terkenal dan sering dimainkan yakni permainan judi sabung ayam.

Nah, pada saat VOC mulai memasuki wilayah Nusantara, mereka mengelola beberapa rumah judi dengan mengizinkan para Kapitan Tionghoa untuk membuka rumah-rumah judi tersebut yang tentunya harus membayar pajak sangat tinggi kepada pemerintah VOC. Rumah judi tersebut bisa didirikan di dalam kota Batavia atau bahkan di luar benteng kota. Orang Tionghoa pertama yang membuka rumah judi di Batavia (kota yang saat ini dikenal dengan Jakarta) yaitu Souw Beng Kong. Ia tidak hanya membuka rumah judi saja, namun ia pun membuka pembuatan koin serta rumah untuk menimbang barang-barang milik orang Tionghoa. Adapun untuk permainan judi lotre baru muncul pada saat Belanda mulai menjajah Indonesia yaitu sekitar abad ke-19an.

Memasuki tahun 1960-an, pasca kemerdekaan belum ada pelarangan judi di Indonesia sama sekali. Malahan pada saat itu, judi dengan bentuk lotre mulai berkembang di Indonesia terutama di daerah Bandung yang dikenal dengan permainan judi Toto Raga Sementara itu, di Jakarta pada masa Gubernur Ali Sadikin, undian lotre yang terkenal disebut dengan nama Toto dan Nalo atau Nasional Lotre. Sebagai Gubernur, Ali Sadikin melegalkan permainan judi tersebut yang didasarkan pada Undang-Undang No. 17 Tahun 1957 mengenai pemerintah yang bertanggung jawab dengan daerahnya sendiri. Terlepas dari pro dan kontra mengenai pelegalan perjudian, permainan judi ini mampu membangun infrastuktur dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Jakarta pada saat itu.

Nah, awal munculnya pelarangan judi di Indonesia terutama jenis lotre diawali pada tahun 1965. Pada saat itu, Presiden Soekarno selaku presiden yang pertama mengeluarkan Keppres Nomor 113 Tahun 1965. Dalam Keppres tersebut dinyatakan bahwa permainan judi lotre merupakan sebuah permainan yang sangat merusak moral bangsa terutama para generasi muda. Kemudian, pelarangan perjudian secara resmi dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1974 mengenai Penertiban Perjudian.

Pelarangan judi di Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 1974 ini menyatakan bahwa perjudian merupakan suatu tindak kejahatan yang tentunya harus dihindari oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dalam undang-undang ini pun disebutkan ada Togel Sydney hanya klasifikasi mengenai berbagai macam bentuk permainan judi dengan ancaman hukuman yang sangat berat. Oleh karena itu, pengklasifikasian perjudian ini dibedakan menjadi dua golongan diantaranya yaitu:

  • Apabila pelaksanaan perjudian tersebut telah mendapat izin sebelumnya dari pihak yang berwenang, maka perjudian tersebut bukanlah sebuah tindakan kejahatan. Hal ini didasarkan pada UU Nomor 22 Tahun 1954 yang berisi tentang undian. Namun, undian ini bisa diselenggarakan apabila memiliki tujuan sosial yang bersifat umum.
  • Apabila pelaksanaan perjudian yang tidak mendapatkan izin terlebih dahulu, maka perjudian tersebut merupakan sebuah tindakan kejahatan. Biasanya permainan ini hanya mementingkan nasib diri sendiri saja dan tentunya bersifat untung-untungan.

Setelah Undang-Undang No. 7 Tahun 1974, diaturlah rumusan KUHP mengenai pelarangan judi di Indonesia yang tercantum dalam pasal 303 dan pasal 303 bis. Isi dari pasal 303 yaitu siapa saja yang memberikan kesempatan bermain judi, atau bahkan sedang menggunakan kesempatan itu untuk bermain maka akan dipidana penjara selama kurang lebih sepuluh tahun dengan ancaman denda paling banyak 25 juta rupiah. Sementara itu isi dari pasal 303 bis ayat (1) yaitu siapa saja yang melanggar peraturan tersebut akan diancam pidana penjara paling lama empat tahun dengan denda paling banyak sekitar 10 juta rupiah. Dalam ayat (2) hukuman yang dijatuhkan ketika dengan sengaja bermain judi yaitu di penjara selama enam tahun dengan denda paling banyak 15 juta rupiah.

Pelarangan judi di Indonesia tidak hanya sampai disana saja. Saat ini, sebagaimana kita ketahui bahwa judi online sangat berkembang dengan pesat, dimana siapapun bisa bermain judi hanya dengan smartphone yang tentunya terhubung dengan koneksi jaringan internet. Jenis permainannya pun sangat beragam. Oleh karena itu, permainan judi online ini semakin digemari oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan semakin mudahnya mereka untuk bisa bermain tanpa harus ribet-ribet menentukan tempat dan waktu untuk kumpul bertemu dengan para pemain yang lain. Namun, apabila anda ketahuan oleh pihak yang berwenang melakukan sebuah tindakan seperti mendistribusikan informasi mengenai perjudian, maka anda akan dijerat UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) pasal 27.

Memang, permasalahan judi ini merupakan permasalahan sosial yang terbilang cukup sulit untuk diatasi. Mungkin apabila dilihat dari aspek sosial banyak sekali latar belakang mengapa masyarakat Indonesia sangat sulit untuk meninggalkan permainan ini. Latar belakang yang paling menonjol yaitu dari segi ekonomi, dimana masyarakat ingin kaya secara mendadak tanpa harus mengeluarkan tenaga yang lebih. Maka dari itu, mereka lebih memilih untuk melakukan tindakan yang amat sangat tidak terpuji ini. Selain dari segi ekonomi, mungkin karena sudah menjadi sebuah kebiasaan yang mendarah daging, sehingga sangat sulit sekali apabila harus meninggalkan kebiasaan tersebut.

Demikianlah ulasan mengenai sejarah pelarangan judi di Indonesia. Sebenarnya apabila anda melakukan permainan judi ini karena latar belakang ekonomi, masih banyak cara lain untuk bisa memperbaiki perekonomian anda bukan? Ya, salah satu caranya adalah dengan giat bekerja. Karena, di dunia ini tidak ada sesuatu yang bisa didapat secara instan.

Continue Reading